Senin, 01 Agustus 2011

semangat RINDU i

lantera awan dilangit hati menjadi penyejuk jiwa
dan diantara batin dan zahir ku ingat pada dirimu
yang ku kenang dengan empat huruf menjadi nama kesayanganku
awan didada langit putih menggebu
yang sering dimataku terlihat sebuah nama
nama kita berdua
angin
jadilah tanganku untuk mendekati dirinya
didalam dimensi ruang dan waktu yang memisahkan
angin kau hadirlah pada dirinya
dengan seberkas rindu yang ku titipkan untuknya
dengan kerlip mata ku petik isyarat hati
ku tulis kata dijiwa
dirimu yang sering ku panggil dalam debar
isyarat hati yang dirimu tulis terukir indah dalam hatiku
semangat rindu pun menggebu
bersama doa dan harapan
dirimu kan menjadi milikku selalu
Apa yang dibawa oleh Hujan?
Rindukah?
Berkah?
Atau
Bencana?
Hujan memberiku inspirasi untuk menulis, yang akhirnya aku merindukan hujan disaat-saat sepi… Ya hanya untuk mengenang waktu yang terlewati… Kukirimkan naskah ke-3 ku untuk #nulisbuku dalam #proyekhujan….
*****

Hujan…. Entah aku selalu dibuat heran dengan orang-orang yang mencinta hujan. Kebanyakan dari mereka akan bersuka cita akan datangnya hujan, menari kegirangan di tengah percikan air yang memancar keluar dari mulut langit. Mereka hebat bisa mencintai hujan sebegitu besarnya. Mungkin karena mereka semua memang menantikan hujan itu, yang selalu mereka artikan hujan itu adalah rindu yang terkirim melalui bulir-bulir air.
Hingga akhirnya kuselami semua makna akan hujan. Kurajut kembali waktu yang pernah kumiliki saat bersama dengan kubikel air langit itu. Ku pungut kembali cerita-cerita pendek yang tak berdurasi antara aku, kamu dan hujan.
………………
“Benarkah hujan itu rindu?”
Jika iya, aku akan berdoa pada Tuhan untuk mengirimimu hujan sebagai tanda rinduku kepadamu. Rindu yang entah bisa diwakili oleh berapa ribu kubikel air dari langit. Tak perlu deras atau badai, hanya gerimis saja kurasa sudah cukup, sebagai tanda aku datang untuk menyapamu. Jika kamu tidak merasakan hujan yang Tuhan kirim untuk menyampaikan rinduku, lihatlah ke jendela aku meninggalkan jejak disana. Tetesan hujan yang membasahi jendela sebagai sisa kedatanganku, itu kenapa aku mencintai jendela. Agar kamu bisa melihat pesanku dalam sisa hujan pertanda rindu.
Hujan adalah Rindu, dan Rindu itu adalah Kamu.
*****
-Hujan kirimkan rinduku dalam setiap tetes air yang kau bawa padanya. Lihat aku dalam jiwa sepimu, ingat aku dan rinduku di setiap tetes yang membasahimu-

Langitpun gelap seketika
Biru yang menjadi abu-abu
Se abu-abu hidupmu
Hidup yang tak pernah terfikir akan kujalani
Jalanku tak panjang
Tak juga pendek
Tapi berkelok dan sempit
Nyaris tak bertepi dan bercahaya
Aku mencari oksigen
Keluar dari jalanku yang temaram
Berlari…..
Berlari…..
Berlari…..
Aku hanya ingin berlari….
Tapi langkahku kaku
Telapak kakiku rapat
Menutup mata…
Tercengan dan pasrah
Pada pilihanku untuk tersesat kembali
Aku memilih jalan belukar lainnya
Tapi ini pilihanku..
Menoleh sekali untuk tidak menoleh lagi
Selamanya…
Jalanku adalah yang kupilih
Tersesat sekalipun nantinya
Tak mengapa, aku membawa Tuhan dan kamu disini…
Dihatiku…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar